Kepulauan Karimun Jawa
Kepulauan Karimunjawa yang terletak di sebelah utara pulau jawa ini
mempunyai total jumlah pulau sebanyak 27, pulau-pulau ini sebagian ada
yang berpenghuni tapi lebih banyak yang tidak berpenghuni. Pulau yang
paling banyak dihuni manusia ialah pulau Karimun Jawa. Di pulau yang
paling besar diantara pulau lainnya ini dihuni oleh beberapa suku yang
ada di Indonesia, seperti suku jawa, suku madura, dan suku bugis. Mereka
mendiami pulau ini sudah cukup lama, sebagian besar dari mereka adalah
para pendatang yang bekerja sebagai nelayan kemudian tinggal dan menetap
di pulau Karimunjawa.
Untuk dapat menikmati Karimun Jawa lebih baik mengambil trip yang 4
hari 3 malam, karena KarimunJawa mempunyai keindahan wisata di darat dan
laut. Dengan mengambil Paket Karimunjawa 4 hari 3 malam
diharapkan Anda dapat melihat keindahan secara lengkap dari sisi barat
sampai ke bagian timur pulau ini, sehingga semuanya bisa terjelajahi.
Objek wisata di Karimun Jawa siap Anda eksplorasi, karena memberikan
suguhan keindahan yang berbeda dari tempat lain. Pasir putih halus yang
menghampar luas serta keindahan bahari bawah lautnya, tentu bisa menjadi
pilihan utama Anda dalam memilih Karimun Jawa sebagai tempat berlibur.
Tak hanya dapat menikmati keindahan laut, daratan yang ada di pulau
Karimun Jawa pun menyimpan keindahan yang tak terkira.
Di darat pulau Karimunjawa, terdapat obyek wisata yang cukup indah.
Obyek wisata ini menyajikan keindahan pemandangan alam yaitu melihat
hutan. Hutan mangrove atau disebut juga hutan adalah hutan yang tumbuh
di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan
dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini biasanya tumbuh
khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi
bahan organik. Baik di teluk-teluk pantai yang terlindung dari gempuran
ombak, maupun di sekitar muara sungai, di mana di tempat seperti ini air
melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu. Wisatawan
yang berkunjung di Karimunjawa, dapat hutan mangrove dengan berjalan
kaki yang panjangnya mencapai 1,3 kilometer. Untuk menikmati tempat
ini, sebaiknya Anda terlebih dahulu mengoleskan lotion anti nyamuk
karena tempatnya yang berawa-rawa sehingga banyak sekali nyamuk yang
berkembang biak di tempat ini.
Bagi penyuka wisata religi, di pulau KarimunJawa terdapat makam Sunan
Nyamplungan, yaitu salah seorang sunan penyebar agama Islam di sekitar
pulau Karimunjawa. Sunan Nyamplungan memiliki nama asli Amir Hasan,
Beliau adalah anak dari Sunan Muria (salah satu wali 9). Sunan
Nyamplungan merupakan salah satu tokoh penting di Karimun Jawa karena
jasa-jasanya dalam menyebarkan agama Islam.
Transportasi yang paling umum digunakan ke pulau Karimunjawa adalah
melalui jalur laut. Kapal-kapal laut biasa beroperasi dari Pelabuha Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Kartini Jepara.
Dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, terdapat KMC Kartini I yaitu kapal
motor cepat yang berangkat setiap hari Sabtu dan kembali dari
Karimunjawa setiap hari Minggu. Waktu tempuh normal KMC Kartini I ialah
kurang lebih 3 jam. Sedangkan dari Pelabuhan Kartini Jepara terdapat 3
kapal penyebrangan umum, yaitu kapal cepat Express Bahari Cantika, kapal
cepat Express 2C dan kapal fery KMP Muria. Kapal cepat dari Pelabuhan
Kartini waktu tempuhnya sekitar 2 jam, sedangkan KMP Muria memerlukan
waktu +/- 6 jam pelayaran. Perlu diperhatikan bahwa untuk jadwal kapal
KMP MURIA dari pelabuhan Jepara tujuan Karimunjawa biasanya berangkat
setiap hari selasa, rabu, dan sabtu. Sedangkan untuk kapal cepatnya
berangkat setiap hari senin, selasa, jumat, dan sabtu. Jadwal ini bisa
berubah sesuai dengan cuaca atau ketinggian ombak di laut jawa.
Seandainya terjadi gelombang tinggi maka pihak perhubungan di pelabuhan
tidak akan memberikan izin berlayar, dan jadwal keberangkatan kapal akan
berubah mengikuti perubahan cuaca. Khusus untuk KMP Muria dari
Pelabuhan jepara, bisa untuk mengangkut mobil dan motor untuk
diseberangkan ke Karimunjawa
Di tengah pulau Karimunjawa terdapat gunung yang tidak terlalu tinggi.
Di gunung ini terdapat hutan hujan tropis yang merupakan habitat rusa,
burung, monyet ekor panjang, dan berbagai jenis hewan lainnya. Pohon
Dewadaru yang merupakan pohon khas Karimunjawa tumbuh subur di hutan
ini. Namun Anda harus ekstra hati-hati atau berfikir 2 kali jika ingin
mendaki gunung ini. Karena di gunung Karimunjawa banyak sekali terdapat
ular yang sangat berbisa, penduduk Karimunjawa biasa menyebutnya dengan
sebutan ular Edor. Menurut para peneliti, ular edor termasuk dalam
keluarga ular derik yang mempunyai bisa sangat mematikan. Nah, apakah
Anda berani mencoba?
Karimun Jawa National Park atau Taman Nasional Karimunjawa merupakan
gugusan kepulauan yang berjumlah 22 pulau dan mempunyai luas sekitar
111.625 Ha. Sebelum menjadi Taman Nasional Karimunjawa, dulunya
ditetapkan sebagai Cagar Alam Laut melalui SK Menhut No.123/Kpts-II/1986
kemudian pada tahun 1999, melalui Keputusan Menhutbun
No.78/Kpts-II/1999. Cagar Alam Karimunjawa dan perairan sekitarnya
seluas kurang lebih 111.625 Ha diubah menjadi Taman Nasional dengan nama
Taman Nasional Karimunjawa. Tahun 2001 sebagian luas kawasan Taman
Nasional Karimunjawa seluas 110.117,30 Ha ditetapkan sebagai Kawasan
Pelestarian Alam Perairan dengan Keputusan Menhut No.74/Kpts-II/2001.
Saat ini Taman Nasional Karimunjawa dikelola oleh Balai Taman Nasional Karimunjawa dengan tugas utama melaksanakan pengelolaan ekosistem kawasan Taman Nasional Karimunjawa dalam rangka konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam pengelolaan terdapat banyak tantangan untuk memadukan konservasi dan pembangunan ekonomi yang memerlukan dukungan seluruh pihak.
Banyak sekali wisatawan yang takut dan berpikir dua kali jika
berlibur ke karimunjawa. Mereka biasanya beralasan karena cuaca di laut
jawa yang sering tidak tentu yang mengakibatkan kapal sering batal
berangkat. Tidak sedikit juga para wisatawan itu enggan balik
dikarenakan pernah terperangkap di pulau karimunjawa karena cuaca buruk.
Hal inilah sebenarnya yang masih menjadi PR besar bagi Pemda terkait
untuk memperbarui alat transportasi yang sering menjadi kendala jika
terjadi gelombang tinggi. Andai saja Pemerintah mau berupaya maksimal
sehingga para wisatawan dapat menikmati keindahan Pulau Karimun Jawa
tanpa takut harus merasakan terdampar di pulau ini. Menurut kami sebagai
agen tour paket wisata karimunjawa, saat yang tepat untuk berlibur ke
Pulau Karimun Jawa adalah pada bulan Maret hingga pertengahan bulan
Agustus dan pertengahan september hingga akhir Desember. Pada
bulan-bulan itu biasanya gelombang di laut Jawa cukup tenang, sehingga
pelayaran ke Karimunjawa biasanya normal sesuai jadwal. Untuk
mendapatkan info tentang cuaca di laut Jawa, wisatawan bisa memantau
kondisi dan perkembangan cuaca terbaru melalui website resmi Badan
Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah.
- Butuh Waktu Lama Untuk Menikmati Secara Lengkap kepulauan Karimun Jawa
- Hutan Mangrove Karimun Jawa
- Makam Sunan Nyamplungan
- Transportasi Ke Pulau Karimun Jawa
- Bandara Dewandaru Karimunjawa

- Gunung Karimun Jawa

- Karimun Jawa National Park
Saat ini Taman Nasional Karimunjawa dikelola oleh Balai Taman Nasional Karimunjawa dengan tugas utama melaksanakan pengelolaan ekosistem kawasan Taman Nasional Karimunjawa dalam rangka konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam pengelolaan terdapat banyak tantangan untuk memadukan konservasi dan pembangunan ekonomi yang memerlukan dukungan seluruh pihak.
- Waktu Terbaik ke Karimun Jawa Agar Tidak Terjebak Cuaca Buruk
Banyak sekali wisatawan yang takut dan berpikir dua kali jika
berlibur ke karimunjawa. Mereka biasanya beralasan karena cuaca di laut
jawa yang sering tidak tentu yang mengakibatkan kapal sering batal
berangkat. Tidak sedikit juga para wisatawan itu enggan balik
dikarenakan pernah terperangkap di pulau karimunjawa karena cuaca buruk.
Hal inilah sebenarnya yang masih menjadi PR besar bagi Pemda terkait
untuk memperbarui alat transportasi yang sering menjadi kendala jika
terjadi gelombang tinggi. Andai saja Pemerintah mau berupaya maksimal
sehingga para wisatawan dapat menikmati keindahan Pulau Karimun Jawa
tanpa takut harus merasakan terdampar di pulau ini. Menurut kami sebagai
agen tour paket wisata karimunjawa, saat yang tepat untuk berlibur ke
Pulau Karimun Jawa adalah pada bulan Maret hingga pertengahan bulan
Agustus dan pertengahan september hingga akhir Desember. Pada
bulan-bulan itu biasanya gelombang di laut Jawa cukup tenang, sehingga
pelayaran ke Karimunjawa biasanya normal sesuai jadwal. Untuk
mendapatkan info tentang cuaca di laut Jawa, wisatawan bisa memantau
kondisi dan perkembangan cuaca terbaru melalui website resmi Badan
Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah.
Biasanya di tempat-tempat wisana terdapat Masjid ataupun
mushola, walaupun ukurannya tidak begitu besar, namun bisa digunakan untuk
ibadah orang muslim. Di masjid ataupun mushola biasanya sudah ada karpet
masjid. Karpet Masjid Kubah Emas digunakan sebagai alas untuk sholat. Apabila
masjid atau mushola anda belum tercukupi karpet masjidnya, kami siap membantu
anda kapanpun untuk mendapatkannya. Karena toko kami menjual berbagai macam
karpet masjid. Untuk mengetahui lebih tentang produk karpet kami, silahkan kunjungi
website kami di www.aladdinkarpet.com
Sumber:

Komentar
Posting Komentar